HOME
Home » Artikel » Jalan Sukses para Perantau

Jalan Sukses para Perantau

Posted at November 6th, 2010 | Categorised in Artikel

Jika kita mengamati orang-orang sukses di sekeliling kita, maka akan kita dapati begitu banyak para perantau yang jauh lebih sukses dari pada orang tempatan. Dalam jumlah dan ukuran kesuksesan harus di akui bahwa para pendatang di banyak tempat memiliki tingkat kesuksesan yang luar biasa.
Tadi siang ketika saya ke sebuah perusahaan digital printing di kawasan Sukarno Hatta Bandung, ternyata pemiliknya orang malang. Usaha yang menempati 2 Ruko berlantai dua ini memiliki lebih dari 10 mesin digital printing in door dan out door. Dari sistem pelayanannya juga menunjukkan bahwa usaha ini telah memiliki manajemen yang profesional.
Sewaktu di Jogja saya juga sering berinteraksi dengan salah satu percetakan terbesar di kota Pelajar itu. Jangan tanya berapa omsetnya, puluhan unit produksi yang terdiri dari mesin-mesin cetak bikinan jerman dan jepang telah cukup menggambarkan seberapa besar tingkat kesuksesannya. Jika terlalu sulit memperkirakan berapa omsetnya, aku tunjukkan berapa angsuran untuk hutang yang harus di bayar setiap bulan, nominalnya adalah 100 juta. Tidak tanggung-tanggung lagi kan hutangnya?! Apalagi keuntungannya. Siapakah pemiliknya? Sesui tema tulisan ini, pastinya dia adalah pendatang. Seorang anak gunung yang migrasi ke kota dan telah mencapai sukses hingga saat ini telah di pegang oleh generasi kedua.
Cerita lain ada di Batam, Sebuah perusahaan Advertising terbesar di kota seribu pulau dengan 3 kantor strategis yang di lengkapi dengan mesin pendukung mutakhir. Di tengah kepungan pengusaha tionghoa, ia mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai perusahaan anak negeri yang membanggakan. Pendiri perusahaan ini pendatang dari Solo, Jawa Tengah yang telah lama sukses di kota yang konon 90% penduduknya adalah pendatang.
Di bumi lancang kuning Pekanbaru, Riau juga menyimpan cerita tersendiri untuk para pendatang yang sukses. Di kota Pekanbaru dipenuhi pendatang dari Padang yang mencapai angka 38%, kebanyakan dari mereka sukses berdagang. Siapa sih yang meragukan mental dagang orang minang?! Sementara itu migrasi dari pulau jawa di tempatkan di pelosok kabupaten yang sukses dengan kebun sawit dan karet. Masih dalam bidang percetakan yang aku tekuni semenjak kuliah, di kawasan Sudirman dan Sukajadi aku berjumpa dengan pengusaha sukses dari Minangkabau. Jika di 3 kota yang aku sebut diatas suku tionghoa tetap masih mendominasi bidang percetakan dan digital printing, di Pekanbaru justru suku Minang yang lebih mendominasi.
Dari 4 contoh kasus yang saya temui tersebut semakin menguatkan keyakinanku, bahwa merantau memang merupakan jalan sukses yang tak perlu lagi ada keraguan di dalamnya. Benarlah kata imam syafi’I dalam syairnya : Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, engkau akan temui derajat mulia di tempat yang baru dan engkau bagaikan emas yang sudah teerangkat dari tempatnya.
Merantau adalah pilihan para pemberani yang tak pernah gentar menghadapi apapun rintangan, dan pada gilirannya nanti, sukses itu akan menjadi milik para pemberani. Pertanyaannya, di bumi manakah saat ini kaki anda berpijak. Jika masih di tanah kelahiran, adakah keinginan untuk anda berhijrah ke negeri orang. Sementara bagi anda yang sudah lama migrasi meninggalkan kampung halaman, sudahkah berkah di tempat rantau telah anda peroleh? Semoga…

Tags :