HOME
Home » Artikel » Kecil tapi banyak atau Besar tapi sedikit

Kecil tapi banyak atau Besar tapi sedikit

Posted at November 14th, 2010 | Categorised in Artikel

Ada banyak jenis bisnis dan ada banyak pula tipologi yang berbeda, satu sama lain punya kelebihan dan kekurangan. Kepintaran kita memanfaatkan kelebihan akan meningkatkan nilai tambah dan kecerdikan kita menyiasati kekurangan akan menghindarkan kita dari kepailitan. Jika anda tidak suka keribetan dalam proses produksi, pilih aja perdagangan dengan mengambil barang dari pengepul, produses, suplier atau apapun namanya dan anda jajakan di toko. Jika anda enggan membuka toko buat aja produk yang bisa anda setorkan ke distributor. Jika anda takut resiko kerugian barang, tekuni aja bisnis jasa. Bahkan bagi anda pecandu internet juga ada banyak peluang bisnis di dunia maya. Seribu jalan menuju roma, sejuta cara meraih …

Sewaktu kuliah saya pernah jualan arang, margin keuntungan lumayan besar namun karena membutuhkan tenaga dan waktu yang besar akhirnya bisnis itu saya tinggalkan. Bisnis lain seperti jualan sepatu, pakaian, buku, kulit kambing, kulit sapi, dan kurma pernah saya coba. Pada akhirnya semua saya tinggalkan, maklum masa kuliah suka coba-coba. Namun alasan yang paling utama sebenarnya karena tidak mampu mengatasi kelemahan dari tipe bisnis itu. Itulah yang saya katakan pentingnya kita punya mentor seperti saya sampaikan pada artikel sebelum ini.

Pilihan saya akhirnya jatuh pada bisnis percetakan, yang kemudian mampu berkembang di 3 kota, yaitu Jogja, Batam dan Pekanbaru. Perkembangan paling pesat dan paling besar ada di batam, dan di kota itu pula kemudian saya banyak belajar bisnis non formal seperti EU, E-camp dan berbagai pelatihan bisnis lainnya. Saat itu dalam hati saya mengatakan bahwa bisnis percetakan ini paling enak dan untungnya paling gede. Belakangan setelah Percetakan Kaki Langit saya sharing dengan kawan-kawan saya mulai memasuki bisnis kecil-kecilan.

Pola pikir saya simpel aja, bahwa bisnis percetakan yang saya bangun itu telah menghabiskan modal lebih dari 300 juta, jika modal sejumlah itu saya gunakan untuk mendirikan rumah makan dengan modal masing-masing 30 juta maka saya sudah memiliki 10 rumah makan. Lalu apakah pilihan saya pada bisnis percetakan tadi salah? tidak juga, justru itulah pilihan terbaik saat itu sehingga saat ini  bisa menjadi pasif income. Seperti saya bilang di awal, sitiap bisnis punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Saya ingin membuat perbandingan kelebihan dan kekurangan pada bisnis yang saya jalani di bidang kuliner dan percetakan.

Bisnis Percetakan Bisnis kuliner
Kelebihan :

Minim resiko karena pengerjaan sesuai pesanan

Margin keuntungan besar, karena termasuk bisnis jasa

Nominal order hampir selalu besar

Sering ada tender

Kelemahan :

Membutuhkan SDM berpengalaman

Kash flow bulanan bahkan lebih

Banyak piutang

Kelebihan :

Kas flow harian

Tidak membutuhkan SDM berpendidikan tinggi

Mudah di duplikasi (Buka Cabang) karena modal kecil

Sistem pembayaran cash tidak ada yang ngutang

Kelemahan :

Nominal order kecil

Mudah di tiru orang lain

Dalam bisnis yang lainnya kita juga akan selalu menemui persoalan yang hampir sama seperti di atas. Oleh karena itu yang dibutuhkan adalah kemampuan kita dalam menyusun strategi mengatasi kelamahan dan memaksimalkan kelebihan.

Jika kita memilih bisnis yang gede, maka tingkatkan selalu kapasitasnya sehingga kita menjadi yang terbesar. Dan jika kita memilih bisnis yang kecil maka tingkatkan selalu cabang di berbagai tempat karena omset bisnis kecil hanya bisa di genjot dengan kuantitas cabang atau agen. Ambil contoh misalnya bisnis percetakan, maka kita bisa memperbesar skala produksi dan pemasaran dalam satu tempat. Beda halnya jika kita jualan makanan kecil di suatu tempat, maka cara kita meningkatkan skala penjualan dengan memperbanyak cabang. Bisnis percetakan dalam satu bulan bisa membukukan omset ratusan juta, beda jauh dengan bisnis minuman segar yang tidak sampai sepuluh juta per bulan, namun bagaimana jika dengan 20 cabang? Hasilnya akan hampir sama. Jadi anda mau pilih mana, kecil tapi banyak atau gede tapi sedikit?!

Tags :