HOME
Home » Artikel » REAL ESTATE – RULI ESTATE

REAL ESTATE – RULI ESTATE

Posted at January 21st, 2011 | Categorised in Artikel

Kemegahan sebuah kota besar tentu tidak akan lengkap tanpa berdirinya Real Estate. Apasih sebenarnya Real Estate itu? Kebanyakan orang berpersepsi bahwa real estate adalah sebuah kawasan perumahan mewah yang berada di lokasi yang strategis, sehingga begitu orang lewat akan melihat kemegahan bangunannya yang tinggi dan berpagar besi. Semakin tertutup lagi ketikadiatas pagar tembok di pasang jeruji besi tajam atau pecahan kaca. Begituorang bertamu ke rumah itu akan disambut oleh si satpam berkaki empat tanpa seragam, uniknya jika yang datang berpakaian kumuh dengan  karung di panggulnya si penjaga pintu akan menyalak huk..huk.. – hiii.

Apa persepsi orang tentang real estate diatas salah? Gak juga sih, cumin terlalu sempit. REAL ESTATE berasal dari Bahasa Inggris, yang asal katanya berasal dari bahasa Spanyol. REAL = ROYAL = kerajaan. (makanya Real Madrid menjadi klub yang paling royal membeli pemain dan menggajinya, he..he..) REAL ESTATE = adalah sebagai suatu kawasan tanah yang dikuasai oleh raja, bangsawan dan landlord (tuan tanah pada jaman feodal diabad pertengahan), atau singkatnya properti milik kerajaan. (lihat : “The Cash Flow Quadrant” by Robert T Kiyosaki halaman 146).
Ini hari kedua aku kembali menjenguk batam, setelah terakhir kali setahun yang lalu aku bisa berziarah di tanah yang menjadi ‘peristirahatan’ terakhir dan tenang anakku yang pertama. Kondisi kota batam tentu sangat beda dengan setahun yang lalu, Real estate sudah semakin menjamur di kota seribu pulau ini. Salah satunya Mall kepri di pintu masuk komplek The Central Sukajadi tempat KAKI LANGIT bermarkas menjadi bukti bahwa Batam adalah kota besar.
Namun di balik semua kemegahan itu, seperti di kota-kota lainnya selalu ada komplek pinggiran –kalo tidak mau menyebut kumuh- yang menjadi dinamika kesenjangan sosial, orang menyebutnya Ruli atau rumah liar. Sebutan Ruli juga bisa di plesetkan menjadi Ruko Liar karena memang suangat banyak ruko kosong di kota ini. Ruli tidak selalu terletak di pinggiran kota, tapi menyebar di semua sudut dan celah kota yang belum tersentuh oleh real estate. Fasilitas serba terbatas di Ruli tidaklah mengusik ketenangan para penghuninya. Dari pada harus bayar sewa rumah, mendingan nempati yang gratis, malah kadang kala ada yang sudah punya rumah disewain pada orang lain dan si empunya rumah memilih tinggal di ruli.

So, mau tinggal dimanapun kita, pastikan satu hal bahwa nama kita sudah tertera di sertifikat real estate. Kalo nunggu sertifikat di tangan mah “lila pisan” kata orang sunda, bagaimana tidak?! La wong beli rumahnya aja KPR sampai 10 bahkan 15 tahun, berarti selama waktu itu pula sertifikat “digadaikan” di bank.

Tags :