HOME
Home » Artikel » Kota Tanpa Nama Jalan

Kota Tanpa Nama Jalan

Posted at January 22nd, 2011 | Categorised in Artikel

Jika anda berkunjung ke kota Batam jangan sekali-kali bertanya nama jalan, karena banyak orang yang tak tahu nama-nama jalan di kota terbesar di provinsi Kepulauan Riau ini. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Kota yang pada waktu di bangun tahun 1970 hanya berpenghuni sekitar 6.000 jiwa ini, kini menjadi daerah dengan tingkat pertumbuhan terpesat di Indonesia. Tahun 2010 jumlah penduduknya 949.775 jiwa, tumbuh hingga 170 kali lipat dalam kurun waktu 40 tahun. Jumlah ini memang masih lebih sedikit jika di banding dengan kota terdekat di Sumatra seperti Palembang, Pekanbaru, Padang, ataupun Medan. Tapi soal perekonomian tak perlu di ragukan lagi, setidaknya kota Batam telah menjadi tujuan migrasi paling besar. Konon di kota Batam ini 30% penduduknya pendatang dari jawa, 30% dari sumatera, 30% dari berbagai daerah yang lainnya dan sisanya 10% adalah penduduk asli yang tinggal di pulau-pulau kecil, orang bilang penduduk hinterland.

Oke, kembali ke soal jalan tadi. Di Batam hampir tidak ada bangunan yang persis berdiri di pinggir jalan seperti di kota lain yang kadang kala rumah-rumah harus di gusur untuk pelebaran jalan. Jarak antara jalan dengan bangunan minimal cukup untuk area parkir, bukan kok parkirnya kendaraan menggunakan ruas jalan. Inilah yang barang kali menjadi sebab tidak familiernya nama jalan di kota ini. Orang lebih mengenal komplek pertokoan atau komplek perumahan apa dan nomornya berapa. Seperti waktu kemarin ada kawan nanya jalan Jend. Sudirman, wah jangankan aku yang hanya beberapa tahun di Batam, orang yang sudah puluhan tahun di Batam saja aku Tanya tak tahu pula. Yang pasti jl. Jend sudirman di pusat kota, mungkin itu cukup menjadi clue untuk pencarian berikutnya. Karena tak mungkin nama Jl. Jend. Sudirman kok di pinggiran kota atau jalanan kecil, PKI yang bikin nama jalan baru mungkin.

Di setiap ujung jalan atau persimpangan memang terpampang nama-nama jalan, tapi orang pada males baca kali ya. Pak pos pun kalo harus nganter surat sementara yang tercantum nama jalan tanpa menyebut kompleknya bisa jadi juga akan kebingungan. Lihat aja coba di epapernya Batam pos, tak ada iklan kok nyebutin nama jalan, yang ada ya nama kompleknya.

Tags :