HOME
Home » Artikel » Hadiah Ulang Tahun Buat Istriku

Hadiah Ulang Tahun Buat Istriku

Posted at August 26th, 2018 | Categorised in Artikel

Jam menunjukkan waktu pukul 01.30 waktu aku terbangun karena si jalu nangis. Badannya sedari malam kemarin memang panas, biasanya sehari semalam juga sehat lagi, tapi ini udah dua malam sepertinya harus di bawa ke dokter nanti pagi. Si jalu adalah julukan anak laki-laki di sunda, merujuk pada jalu yang menjadi ciri ayam jantan. memiliki anak laki-laki itu memang sangat beda rasanya, entah mengapa. Ada dua perasaan yang sangat berbeda menurut pengalamanku yaitu saat punya anak pertama dan saat punya anak laki-laki. Dua momen itu menjadi kebahagiaan yang sangat luar biasa beda.

Selama lebih dari 5 tahun siklus tidurku biasanya jam segini atau paling telat jam 3 sudah terbangun untuk belanja ke pasar. Hampir setiap hari kecuali hari libur. Satu tahun pertama jam kerjaku bisa di bilang n0n stop, dari mulai belanja, ikut bantu packaging hingga pengiriman aku juga jadi sopirnya. secara bertahap tugas-tugas pekerjaanku aku delegasikan hingga menyisakan tugas belanja saja. Terakhir tahun lalu tepatnya setelah lebaran tahun 2017 benar-benar semua aku delegasikan. sebuah proses yang cukup lama untuk membangun sistem, tapi semua aku nikmati karena belajar dari pengalaman kebangkrutan sewaktu bisnis percetakan.

Evaluasiku dari kebangkrutan waktu bisnis percetakan 2006-2010 antara lain disebabkan :

  1. Terlalu cepat merasa sukses, pada hal jauh dari sukses yang sebenarnya
  2. Delegasi tanpa pondasi sistem yang kuat
  3. Tidak mampu membangun aset, sehingga ketika bangkrut benar-benar habis habisan dan mulai lagi dari minus (hutang)
  4. Cash Flow tidak lancar

Bisnis itu tidak semata-mata omset dan margin, tapi yang jauh lebih penting lagi adalah masalah cash flow. Omset percetakan di tahun 2007 sebesar 100jt/bulan bagi UKM yang mulai dari nol dalam waktu satu tahun menurutku sudah cukup memuaskan. Namun permasalahan muncul ketika cash flow tidak lancar, dan itu di sebabkan oleh beberapa hal :

  1. Piutang tidak tertagih, tiap tahun pemutihan piutang yang benar-benar mengesalkan ketika susah ditagih
  2. Ketipu orang, modal produksi yang mestinya buat produksi di tilep vendor yang juga temen sendiri dengan alasan untuk ngerjain proyek yang lain dulu, tapi proyekku tak tau ujungnya kapan mau di garap.
  3. pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan yang ada, efek hutang banyak sementara piutang tak tertagih.

Eh tadi bicara siklus tiduk kok jadi kemana-mana bahasnya, yah.. itulah masa laluku. ada dua pembahasan masa lalu yang hanya akan sia-sia, jika :

  1. Hanya di jadikan kenangan bukan di jadikan pelajaran. berbangga dengan masa lalu itu tak ada gunanya, karena hidup kita itu untuk masa depan. Dan betapa banyak orang yang punya masa lalu yang cukup membanggakan akan tetapi ketika tumbang, tidak mampu bangkit dan berkarya untuk masa depannya.
  2. Menjadi bahan penyesalan tanpa upaya perbaikan. Ada juga orang yang selalu menyalahkan masa lalunya, dan itu lebih celaka lagi. sudah masa lalunya buruk, membangun masa depan juga tidak mampu.

Semenjak 1 tahun yang lalu siklus tidurku kembali normal lagi, pekerjaan belanja yang pada awalnya aku anggap paling krusial dan tidak bisa di delegasikan akhirnya bisa aku atasi. pertimbanganku waktu itu kenapa tidak bisa di delegasikan karena bisnis di catering sekolah itu marginnya kecil, jadi kalau salah belanja bisa habislah margin keuntungannya. Tapi dengan perhitungan dan melatih tim dengan serius hal itu bisa diatasi. Belakangan main di layanan catering nasi box cukup membantu peningkatan margin keuntungan. Dalam bisnis kuliner seperti yang aku bilang tadi yang jauh lebih penting dari pada margin adalah cash flow, dan hal penting berikutnya adalah quantity. Tim SDM sudah aku siapkan untuk mampu menangani order dengan kapasitas 1.000 porsi lebih, itu artinya biaya tetap order 1.000 porsi dengan 200 porsi sama saja, yang membedakan hanya di biaya variabel HPP produksi.

Dengan siklus tidurku yang kembali normal lagi, kini aku bisa lebih fokus ke pengembangan bisnis. Untuk pengembangan ini butuh disiplin waktu dan disiplin target. Selalu butuh perjuangan untuk kebiasaan baru, dan kini aku sedang berjuang untuk rajin dan betah di kantor. Dulu selalu betah di depan komputer bahkan sampai larut malam. Tapi sejak masuk dunia catering yang tiap hari ke pasar jadi malas di depan komputer. Setahun sudah berlalu ke pasar tidak lagi, ke kantor juga tidak betah, jadi kemana aja selama ini? entahlah. mudah-mudahan sekarang saatnya berubah untuk lebih maju lagi disela-sela tugas mengabdi kepada masyarakat sebagai ketu RW.

Yang pasti setiap perubahan selalu butuh perjuangan, setiap kebiasaan baru pasti berat di awalnya. Aku jadi inget dulu punya kebiasaan tidur setelah subuh, berjalan beberapa bulan dan butuh waktu cukup lama untuk “menyembuhkan” kebiasaan itu, dan pada akhirnya bisa. Saat inipun aku butuh perjuangan baru untuk selalu bangun sebelum jam 4 atau 1 jam sebelum adhan subuh. mudah-mudahan bisa.

Bandung, 27 Agustus 2018

(eh tepat ulang tahun istriku yang ke 32)

Selamat ulang tahun sayang, tak terasa udah 32  tahun tapi kamu tetap cantik dan aku akan tambah sayang kamu. kalau begitu tulisan ini aku persembahkan sebagai hadiah ulang tahun buat istriku, dan karena dari tadi belum dikasih judul, maka judulnyapun Hadiah Ulang Tahun Buat Istriku. bae teu nyambung ge, yang penting bikin kebiasaan baru, suka menulis.

Tags :